SULBARPEDIA.COM, Polewali Mandar – Tim Mammesa Grow, peserta program Green Leadership Indonesia (GLI) Batch 5, melaksanakan rangkaian kegiatan edukasi lingkungan di Desa Kelapa Dua, Kabupaten Polewali Mandar, dalam agenda Green Innovation Week. Program ini menyasar penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga serta menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini pada (04/12/2025).
Dua kegiatan utama yang digelar yakni workshop budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dan pembuatan eco enzyme bagi ibu rumah tangga, serta edukasi daur ulang sampah plastik kreatif untuk anak-anak PAUD.
Workshop yang dipusatkan di Balai Desa Kelapa Dua itu mendapat respons positif dari puluhan warga, terutama para ibu rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan mengubah cara pandang masyarakat bahwa limbah organik tidak semata menjadi masalah, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Cici Nurfadila, anggota Tim Mammesa Grow yang menjadi pemateri, memaparkan dua teknik inovatif tersebut. Ia menjelaskan bahwa larva BSF merupakan pengurai sampah organik yang sangat efisien. Selain mampu mengurangi volume sampah secara signifikan, maggot juga dapat dipanen sebagai sumber pakan ternak berprotein tinggi.
Sementara pada sesi pembuatan eco enzyme, peserta diajarkan metode fermentasi limbah dapur seperti kulit buah dan sisa sayuran. Hasil fermentasinya dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pestisida organik, hingga pupuk cair untuk tanaman.
Kepala Desa Kelapa Dua, Masdar, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Tim Mammesa Grow dalam mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan lingkungan.
“Masyarakat sangat antusias karena mendapatkan pengetahuan baru terkait pengolahan limbah rumah tangga. Dua inovasi ini berpotensi besar menekan volume sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” ujar Masdar.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai program berkelanjutan di desa.
Tidak hanya menyasar orang dewasa, Tim Mammesa Grow juga memberikan edukasi daur ulang kepada anak-anak PAUD Parengge. Dalam aktivitas yang berlangsung penuh keceriaan itu, anak-anak diajak memanfaatkan sampah plastik untuk membuat karya kreatif.
Dengan didampingi guru dan anggota tim, anak-anak membuat gambar menggunakan potongan sampah plastik yang telah dipilah dan digunting. Aktivitas ini bertujuan:
Mengasah motorik halus melalui proses menempel dan menyusun material.
Meningkatkan imajinasi dengan mengolah sampah menjadi karya seni.
Menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini bahwa sampah dapat didaur ulang dan bernilai.
Kepala PAUD Parengge, Muliati, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi lingkungan bagi anak usia dini sangat penting dan berharap program itu dapat berkesinambungan.
(Adm)











