SULBARPEDIA.COM,- Pulau Karampuang merupakan salah satu destinasi wisata alam yang menarik di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Tak lengkap rasanya jika bertandang ke ibukota provinsi Sulbar ini tanpa menyempatkan waktu mengunjungi pulau yang eksotis ini.
Pulau Karampuang menyimpan beragam keindahan alam yang sayang untuk dilewatkan. Selain itu, pulau ini juga menawarkan sejumlah aktivitas wisata menarik untuk mengisi waktu liburan para pengunjung. Termasuk mempelajari tradisi warganya.
Wisata alam Pulau Karampuang terletak sekitar 6 kilometer dari Kota Mamuju. Lokasinya berada di Desa Karampuang, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju. Untuk mengunjungi pulau ini pengunjung harus menempuh perjalanan dengan menggunkan perahu Katinting sekitar 30 menit dari dermaga tempat pelelangan ikan Kasiwa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Daya Tarik Pulau Karampuang
Pulau Karampuang memiliki sejumlah daya tarik yang sayang untuk dilewatkan. Dari jernihnya air laut, tempat-tempat unik hingga tradisi warganya. Berikut beberapa daya tarik Pulau Karampuang yang bisa dinikmati para pengunjung:
1. Air Laut yang Jernih
Air laut di Pulau Karampuang sangat bersih dan jernih sehingga pengunjung bisa menyaksikan dasar laut. Pengunjung bisa juga mencoba aktivitas snorkeling hingga diving untuk menyaksikan keindahan bawah laut yang memukau.
Selain itu keindahan bawah laut Pulau Karampuang juga membuat orang-orang yang melihatnya terpesona. Jika menyelam di Pulau ini, pengunjung bisa melihat berbagai macam jenis dan warna ikan, ditambah barisan terumbu karang yang membuat pemandangan semakin mempesona.
Pesona bawah laut pulau ini juga mendapat pengakuan dari Kepala BNNP Sulbar Brigjen Guruh Achmad. Dia turut mendukung pengembangan pariwisata di Sulbar, khususnya di Mamuju, melalui rencana program Fun Dive di Pulau Karampuang.
“Saya itu suka nyelam, lewat Fun Dive ini saya ngajak sejumlah masyarakat untuk nyelam di Karampuang karena ini menyehatkan dan mengasikkan, kita ingin ajak masyarakat hidup sehat tanpa narkoba, selain saya mau angkat potensi pariwisata disini, kita bantulah untuk menghidupkan pariwisata, biar visinya untuk hidup sehat tanpa narkoba bisa searah,” terang Brigjen Guruh Achmad saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (29/5/2023).

Dia mengaku, pihaknya bersama dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju, Ariadhi Ihsan, tengah menggagas program tersebut. Nantinya, salah satu spot atau titik penyelaman bakal dibuatkan prasasti untuk pengunjung yang ingin berswafoto di bawah laut.
“Kami bersama pak kadis rencananya mau buat prasasti bawah laut untuk spot foto bawah laut di Pulau Karampuang. Kedalamannya ya mungkin 5 sampai 10 meter lah, jadi orang bisa nyelam, disediakan peralatannya, dan mudah-mudahan pertengahan Juni bisa kita lounching disitu,” tuturnya.
2. Wahana Water Sport
Selain menikmati keindahan alam Pulau Karampuang, pengunjung juga disuguhkan sejumlah wahana water sport. Hal ini tentu akan menambah keseruan liburan.

Beberapa aktivitas water sport yang tersedia yakni diving, snorkeling, banana boat dan jet ski.
3. Sumur Tiga Rasa
Pulau Karampuang juga memiliki satu sumur yang sering dikunjungi wisatawan. Namanya sumur tiga rasa.
Disebut sumur tiga rasa lantaran sumur yang berada di pinggir pantai Desa Karampuang, Kecamatan Mamuju ini, memiliki tiga rasa yakni tawar, asin dan payau. Uniknya lagi, ketiga rasa air pada sumur baru terasa saat air laut surut.
Menurut cerita warga setempat, penamaan sumur tiga rasa bermula ketika salah seorang ulama bernama KH Muhammad Ali Hanafi melakukan renovasi pada bangunan utama sumur, dengan memisahkan ketiga sumber mata air yang berasal dari gunung, laut dan pertemuan mata air yang berasal dari gunung dan laut.
4. Plaza Pulau Karampuang
Guna memikat hati wisatawan untuk mengunjungi Pulau Karampuang. Pemprov Sulbar juga membangun Plaza Pulau Karampuang.
Selain menjadi tempat yang baru bagi wisatawan. Pembangunan Plaza Pulau Karampuang juga untuk mendongkrak perekonomian dan membantu para pelaku UMKM.
Plaza Pulau Karampuang menjadi tempat wisatawan untuk sekedar beristirahat sambil menikmati keindahan pulau ini. Wisatawan juga dapat menikmati suguhan kuliner khas warga setempat.
5. Tradisi Mammanusang Rai’
Warga yang mendiami Pulau Karampuang memiliki satu ritual bernama Mammanusang Rai’. Tradisi ini dilakukan pada bulan Agustus setiap tahunnya dengan maksud untuk menolak bala.
Mammanusang Rai’ merupakan upacara adat yang dilaksanakan secara turun-temurun dari nenek moyang yaitu untuk menolak bala dalam arti dijauhkan segala musibah yang ada di kampung tersebut.
Tradisi ini tepatnya dilakukan warga yang berada di Dusun Ujung Bulo, Desa Karampuang, Kecamatan Simboro, Mamuju. Warga meyakini tradisi ini untuk menolak bala.
Tradisi ini dilakukan dengan meletakkan sesajian berupa buras/ketupat, nasi putih dan sesajian lainnya disamping sumur kapal. Kemudian ketua adat membaca doa, setelah itu sesajian diarak lagi ke tepi pantai dan semua sesajian dinaikan keatas rakit/kapal yang sudah disiapkan kemudian ketua adat memimpin doa meminta pertolongan kepada yang maha kuasa agar dijauhkan dari bala atau musibah dan rakit tersebut dihanyutkan.
(adv/adm)











