Dengan Bencana Pemda Dituntut Berdaya

- Jurnalis

Senin, 8 Februari 2021 - 03:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil ketua DPRD Sulbar, Usman Suhuriah

Wakil ketua DPRD Sulbar, Usman Suhuriah

DENGAN BENCANA PEMDA
DITUNTUT BERDAYA

Oleh : Usman Suhuriah
Wakil Ketua DPRD Sulbar|Fraksi Golkar

Saat kapan sebetulnya lembaga pemerintah itu lebih dibutuhkan selain dari tugas fungsinya sehari-hari. Dengan tugas fungsinya sebagai lembaga pelayan publik dapatkah selalu survive dalam memberikan layanan kepada masyarakat terlebih di masa bencana sekalipun ?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikaitkan dengan bencana gempa Sulbar tiga pekan lalu saat memasuki tanggap darurat sampai paska tanggap darurat maka pertanyaan di atas bisa jadi relevan terutama karena situasinya saat itu dan dengan keberadaan pemerintah daerah sungguh-sungguh dibutuhkan. Kebutuhan akan informasi seperti kejelasan kemana mengungsi, rumah sakit mana yang menerima rujukan, dimana posko, dimana kontak PLN, PDAM, di daerah mana yang masih aman untuk didatangi dan seterusnya.

Pendeknya, masyarakat korban bencana pada hari itu sudah pasti membutuhkan bantuan. Dan tidak hanya itu bahkan sampai hari ini setelah memasuki fase berakhirnya tanggap darurat masih tetap memerlukan bantuan, bimbingan, pendampingan hingga dengan situasi setelah munculnya bencana lanjutan (disaster impact) seperti diare, meninggalnya bayi yang lahir di tenda pengungsian, nasib kelompok lansia, kelompok yang berkebutuhan khusus  (disabilitas), kelompok rentan lain dan terlebih dengan masih harusnya menjalankan pelayanan yang terkait dengan usaha menekan penyebaran Covid-19 di tengah bencana.

Mengelola bencana pasti tidak gampang  karena memang situasinya sangat kompleks. Namun bagaimanapun lembaga pemerintahan akan panen tuntutan, keharusan-keharusan, bahkan sorotan. Maka demikianlah memang sebab lembaga ini ada untuk memberikan layanan tidak perduli itu di keadaan normal apa lagi dalam keadaan tidak normal.

Lembaga ini diketahui secara “common sense” bahwa inilah medan tugas pemda dimana sama sekali tidak bisa abai dari sini.
Begitu pun dengan amanah dan janji untuk menjalankan semua tugas fungsi pemerintahan membuatnya tidak bisa bergerser dari situasi bencana. Oleh lembaga ini enak tidak enak harus tetap tegar dalam menjalankan tanggungjawabnya di lapangan masalah. Itulah mungkin sejak awal ada sumpah para pejabat dan segala personilnya untuk setia di segala situasi dan bersumpah untuk terus mengabdi kepada masyarakat.

Untuk hal-hal tersebut maka akan dilihat ukuran lembaga ini dengan keberdayaannya dengan memetakan kebutuhannya berkaitan dengan kebencanaan. Bahwa apa yang dimaksud kesiapannya sebelum bencana sedemikian rupa sudah terbangun jauh sebelumnya. Atau semacam kalibrasi bencana apa yang paling pertama dilakukan, apa yang paling dibutuhkan. Timelinenya jelas saat bencana atau pada saat min satu (-1) atau min dua (-2) dst apa yang dikerjakan. Begitu tidak dipahami maka menjadi sulit untuk mengukur keberdayaan lembaga ini di tengah bencana. Sulit mengukur keberdayaannya atau alih-alih untuk disebut berdaya dalam menghadapi bencana.

Keberdayaan berikut adalah kemampuan lembaga untuk mengkosolidasikan seluruh sistem yang diperlukan baik masa persiapan, masa tanggap darurat maupun masa rekonstruksi.  Yang kemampuan tersebut tidak rumit untuk mengenalinya apakah semua yang dikerjakan dapat dijalankan secara seiring di tengah fase tanggap darurat. Akan sangat disayangkan bila karena tidak memiliki kerangka kebencanaan sehingga saat menjalankan tanggap darurat masih dengan pola konvensional, seperti misalnya dengan distribusi bantuan tanpa asesment.

Ketidakberdayaan lembaga pelayanan makin jelas ketika pola distribusi justru mengabaian kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, atau disabilitas yang abai untuk diafirmasi sebagai sasaran yang sebenarnya paling rentang dari dampak bencana. Akhirnya karena hilangnya kemampuan pelayanan membuat pola distribusi seperti diadu : siapa kuat siapa dapat. Inilah contoh saja untuk menggambarkan betapa perlunya keberdayaan pelayanan di situasi bencana.

Alhasil, bencana gempa Sulbar cukup menjadi pelajaran untuk bagaimana pemda memikirkan perkuatan kelembagaannya sebagai modal awal sebelum bencana. Karena tanpa dengan itu, lantas kepada siapa warga mendapatkan perlindungan atau bantuan pertama sebelum warga kembali normal sendiri-sendiri.
(@#)

 

Berita Terkait

KAMMI Mamuju Raya Soroti Peredaran Miras di Mamuju
Ironi di Tanah Subur Mamasa: Potensi Emas yang Terpasung Akses dan Keengganan Regenerasi
Balang Nipa – Passokkorang: Sejarah dan Konflik Kerajaan
Peran DSN-MUI Dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah di Masyarakat
Rukun dan Syarat Nikah: Antara Kepatuhan Syariat dan Tradisi Sosial
Sosioteologi Hak dan Kewajiban Suami istri dalam Hukum Islam
“Himpak Anna Himanang” Prinsip Kepemimpinan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat PUS
Poligami dan Talak di Dunia Islam: Antara Teks Syariah, Negara, dan Keadilan Keluarga

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:36 WIB

Pembangunan RSUD Tipe C Mamuju Tengah Dimulai

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:07 WIB

Wujud Empati dan Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Bambamanurung Sambangi Rumah Duka Korban Kecelakaan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:02 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Polongaan Patroli dan Sambang ke Lahan Perkebunan Warga

Senin, 22 Juni 2026 - 10:57 WIB

Cegah Balap Liar dan Gangguan Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Desa Topoyo Sambangi Titik Kumpul Remaja di Dusun Lomba Deko

Senin, 22 Juni 2026 - 10:49 WIB

SE2026, Arsal Aras Sebut Keakuratan Data  Menentukan Meberhasilan Pemerintah

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:46 WIB

Polres Mateng Gelar Turnamen Mobile Legend Meriahkan Menyabut HUT Bhayangkara Ke 80 Tahun

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:45 WIB

Personel Polres Mateng Meriahkan Semarak HUT Bhayangkara dengan Lomba Tangkap Bebek dan Tarik Tambang Antar Satfung

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:06 WIB

Polres Mamuju Tengah Gelar Karya Bakti Bersihkan Pantai Babana Jelang HUT Bhayangkara Ke 80

Berita Terbaru

x