Junda Maulana: Masyarakat Miskin 80 Persen Berada di Desa

- Jurnalis

Minggu, 28 Oktober 2018 - 01:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Prov Sulbar menggelar rapat koordinasi program prioritas “Marasa” (mandiri,cerdas dan sehat) di Prov Sulbar tahun anggaran 2018. Kamis (25/10/2018) di Hotel d’Maleo Mamuju.

Kepala Bappeda Sulbar Junda Maulana mengatakan,program Marasa merupakan salah satu program prioritas yang tertuang dalam peraturan daerah (perda) no 8 tahun 2017,tentang rancangan pembangunan jangka menengah daerah Provinsi Sulawesi Barat 2017-2022.

” Program Marasi ini adalah sebuah upaya meningkatkan kesejaterahan masyarakat,terutama di pedesaan yang berlandaskan dengan tiga pilar utama yaitu: peningkatan ekonomi masyarakat,pendidikan, kesehatan, melalui integrasi singkronisasi dan sergitas program dan kegiatan lintas sektor yang berbasis Desa,” ungkap Junda saat sambutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Junda menuturkan ,wilayah Desa menjadi pokus pelaksanaan program Marasa disebabkan karena indeks pembangunan manusia di Desa masih tergolong rendah,masih tingginya ketimpangan pembangunan antara Desa dan Kota begutipun juga penduduk miskin di Sulbar 80 persen didominasi oleh masyarakat yang ada di Desa.

“Ada beberapa tujuan dari Desa mandiri,cerdas dan sehat yang ingin kita capai adalah,pertama kita ingin meningkatkan potensi ekonomi yang berbasis produk unggulan yang ada di Desa,yang kedua adalah untuk meningkatkan usaha dan kewirausahaan Desa,yang ketiga yang ingin kita capai adalah terjadi penguatan kelembagaan masyarakat Desa serta penguatan jejaringan dan kemitraan untuk pemasaran,meningkatkan kuwalitas SDM melalui pendidikan dan pengembangan kesehatan melalui permintasi pendidikan gizi serta hidup bersih dan sehat,” sambungnya.

Ia juga menambahkan,adapun beberapa tahapan pelaksanaan pembangunan Marasa telah dilaksanakan,antara kain : telah dilaksanakan pertemuan serta berkoordinasi dengan OPD terkait maupun pemerintah Kabupaten secara inten dilaksanakan,lahirnya surat keputusan Gubernur tentang berkoordinasi, perlengkapan lotus (lokasi) Desa Marasa yang menetapkan 66 Desa di Sulbar. Dimana 10 Desa perkabupaten dijadikan percontohan program Marasa,kecuali Kabupaten Polman mendapat 16 Desa sebab Kabupaten Polman jumlah penduduknya tertinggi dan angka kemiskinan tertinggi. (Zul)

Berita Terkait

23 Puskesmas Disiagakan Dinkes Mamuju Saat Libur Lebaran 2024
Pria di Pasangkayu Ditemukan Tewas Usai Terjatuh dari Perahu Saat Mancing
PLN Berhasil Menerangi 80 Dusun di Sulbar, 594 Warga Kini Nikmati Listrik 24 Jam
Relawan Jarnas ABW Memohon Maaf dan Himbau tidak Menanggapi Issu di Medsos
RSUD Sulbar Kembali Alokasikan Anggaran Untuk Intervensi Stunting di Pasangkayu
Tangani ATS, Disdikbud Sulbar Siapkan Biaya Pendidikan
3 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba Berhasil di Amankan Polres Mateng
Kongres GMNI Tak kunjung terlaksana, Ketua DPC Bau-Bau Pertanyakan Kondisi DPP

Berita Terkait

Jumat, 12 April 2024 - 17:40 WIB

Hati-hati! Ada Penipu Catut Nama Pj Gubernur Sulbar Zudan Arif di Facebook

Kamis, 11 April 2024 - 10:08 WIB

Masa Jabatan Sebagai Pj Gubernur Sulbar Berakhir Mei 2024, Ini Kata Zudan Arif

Selasa, 9 April 2024 - 13:51 WIB

BPBD Sulbar Pastikan Informasi Gempa Bumi di Majene Adalah Hoax

Senin, 8 April 2024 - 04:16 WIB

Tinjau Terminal Simbuang, Zudan Minta Sopir Bus Jaga Kesehatan dan Keselamatan Penumpang

Sabtu, 6 April 2024 - 12:11 WIB

Korpri Sulbar Beri Hadiah Dua Paket Umroh untuk Jemaah Masjid Baitul Anwar

Jumat, 5 April 2024 - 21:00 WIB

Dinkes Sulbar Siapkan 118 Faskes Saat Mudik Lebaran, Pastikan Nakes Bertugas

Jumat, 5 April 2024 - 13:48 WIB

Dirlantas Polda Sulbar Berbagi Tips Mudik Aman dan Lancar, Yuk Disimak

Jumat, 5 April 2024 - 12:24 WIB

Sulbar Satu-satunya Provinsi di Indonesia yang Konsisten Lakukan Simulasi Gempa Bumi

Berita Terbaru