Mengurangi Angka Kemiskinan,Sekkab Mateng Gelar Rapat Koordinasi dengan OPD

- Jurnalis

Senin, 29 Juli 2019 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATENG – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di Daerah. Senin (29/7/2018) di Ruang Rapat Sekkab Mateng.

Rapat tersebut dihadiri : Sekkab Mateng, H. Askary Anwar, Ka. BAPPEDA Mateng Ishaq Yunus, Ka. BPS Mamuju Wisman Nainggolan dan OPD Terkait Lingkup Pemkab Mateng.

Sekkab Mateng, H. Askary Anwar mengatakan, saat ini kita lagi gencar-gencarnya melakukan progres kegiatan pembangunan, untuk mengejar ketertinggalan kita dengan daerah lain.
Gencarnya program kegiatan yang kita laksanakan ini, tidak seiring dengan tren perkembangan angka kemiskinan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Disini kita akan menyampaikan ,apakah kebijakan sudah kita keluarkan itu sudah tepat sasaran dalam rangka mengurangi angka kemiskinan yang merupakan indikator makro . Ini juga sebagai penilaian pemerintah pusat, terhadap daerah ataukah kebijakan ini sudah mengenak tetapi belum optimal misalnya,” ujar Askary

Menerutnya, hal Ini yang harus kita kombinasikan dengan RPJMD, RENSTRA OPD setiap tahunnya, termasuk RKPD pemerintah.

Selain itu, Askary juga berharap di tahun 2020 ini, sebelum kita (Pemerintah) membahas anggaran pokok 2020, program-program kegiatan yang bersinggungan langsung dengan variabel angka kemiskinan ini bisa berpengaruh. Sehingga,setiap yang diprogramkan oleh OPD betul-betul dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Inilah yang mendasari kita rapat disini, supaya semua alokasi anggaran melalui RENSTRA OPD yang terkait dalam penanganan kemiskinan itu, mampu menjawab isu strategis kita, mampu menjawab masalah yang kita hadapi sekarang ini,” sambungnya

Melalui rapat ini, kata Askary, kita akan membahas yang harus dilakukan maupun strategi yang dilakukan maupun program yang paling besar pengaruhnya terhadap angka kemiskinan ini.

” Nah kalau kita sudah sepakat, itu baru kita programkan di tahun 2020 supaya di 2020 itu target kita 6,73. Kalau bisa kita dibawahnya jagan diatasnya,” terang Askary

Dikesempatan yang sama, Kepala BAPPEDA Mamuju Tengah Ishaq Yunus, juga menyampaikan tujuan dari rapat koordinasi penanggulangan kemiskinn di daerah, agar program kegiatan yang dlaksanakan pada tahun 2020, betul-betul tepat sasaran terutama kepada mereka yang tingkat kemiskinannya sangat rendah.

“Olehnya itu, berangkat dari data angka kemiskinan kita bukan menurun tetapi ada peningkatan. Pertanyaannya adalah, program kegiatan yang kita laksanakan tentu berdasarkan evaluasi dari angka tadi yang menunjukkan bahwa itu yang perlu kita perbaiki,” tuturnya

Ia menambahkan, Melihat kondisi ini,pemerintah berkeinginan agar program kegiatan yang dikucurkan atau yang dilaksanakan oleh seluruh OPD yang berkaitan dengan indikator kemiskinan, harus tepat sasaran. Dengan demikian, program kegiatan yang kita akan luncurkan di tahun 2020 yang orientasinya kepada seluruh sasaran kemiskinan maka tentu akan berdampak pada penurunan angka kemiskinan yang ada di Mamuju Tengah.

“Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan daerah, indikatornya bagaimana tingkat kemiskinan didaerah menurun. Dari 6 periabel IPM, Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pengangguran terbuka, itu kita trennya positif hanya satu pariabel yang trennya negatif yaitu angka kemiskinan. Dari data itu kita mencoba bagaimana membangun kerjasama yang baik kepada seluruh OPD agar angka kemiskinan itu di tahun 2020 dapat kita tekan,” himbuhnya

Sementara itu, Kepala BPS Kab. Mamuju, Wisman Nainggolan, katakan menurut kami hasil pendataan dari BPS itu, penyebab dari angka kemiskinan yang utama itu antara lain adalah: menurunnya kemampuan daya beli masyarakat. Sebab, kemampuan daya beli masyarakat (Masyarakat sangat miskin) itu bisa disebabkan karna pendapatan mereka tidak naik serta menurunnya daya beli dan adanya inflasi.

“Minsalnya harga-harganya naik sehingga mereka untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka tidak mampu, jadi kemiskinan itu harus dipandang ketidak mampuan didalam memenuhi kebutuhan dasar mereka secara ekonomi,” ujarnya

Dalam mengurangi angka kemiskinan, program-program yang langsungWisman Nainggolan berharap program yang diwacanakan pemerintah harus menyentuh kebutuhan rumah tangga miskin. Seperti: program pemberdayaan keterampilan dan bantuan langsung agar pendapatan mereka meningkat, sehingga masyarakat miskin dapat memenuhi kebutuhn dasar ,sehingga dapat dikategorikan dibawa garis kemiskinan pada saat pendataan.

“Tidak dipungkiri bahwa, dikabupaten Mamuju Tengah ini semua indikator ekonomi makro meningkat semua, Pertumbuhan ekonomi meningkat, Pengangguran bagus turun, IPM meningkat, Produksi padi melesat, Jangun bahkan naik tiga kali lipat tiga tahun lalu, tapi masalahnya apakah orang-orang miskin ini terlibat didalamnya, didalam proses produksi peningkatan itu,” katanya

Ia menambahkan, dalam menyusun program-program yang nyata harus menyasar kebutuhan mereka (masyarakat miskin). Didalam proses peningkatan produksi ini, tentu dapat merubah serta dapat mengangkat kehidupan orang miskin.

“Jadi, memandang miskin itu spesipik saja. liat saja orang-orang rumah miskin itu, berdayakan mereka supaya pendapatan mereka bisa meningkat.” Tutupnya

Penulis: Hms Yasin
Editor : Zul

Berita Terkait

23 Puskesmas Disiagakan Dinkes Mamuju Saat Libur Lebaran 2024
Pria di Pasangkayu Ditemukan Tewas Usai Terjatuh dari Perahu Saat Mancing
PLN Berhasil Menerangi 80 Dusun di Sulbar, 594 Warga Kini Nikmati Listrik 24 Jam
Relawan Jarnas ABW Memohon Maaf dan Himbau tidak Menanggapi Issu di Medsos
RSUD Sulbar Kembali Alokasikan Anggaran Untuk Intervensi Stunting di Pasangkayu
Tangani ATS, Disdikbud Sulbar Siapkan Biaya Pendidikan
3 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba Berhasil di Amankan Polres Mateng
Kongres GMNI Tak kunjung terlaksana, Ketua DPC Bau-Bau Pertanyakan Kondisi DPP

Berita Terkait

Senin, 22 April 2024 - 23:54 WIB

Dinkes Sulbar Siapkan Mini ICU untuk Kebutuhan Medis Kunker Presiden Jokowi

Senin, 22 April 2024 - 20:57 WIB

3 Menteri Dampingi Kunjungan Kerja Presiden Jokowi di Sulbar

Senin, 22 April 2024 - 14:45 WIB

Subkon Proyek Rusun Perkim Geram-Tarik Barang gegara Pekerjaan Rp 1,3 M Tidak Dibayarkan

Minggu, 21 April 2024 - 07:16 WIB

Kadinkes Sulbar Ikuti Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas di Mamuju

Sabtu, 20 April 2024 - 16:37 WIB

PJ Gubernur Zudan Arif Tinjau Lokasi Kunjungan Presiden Jokowi di Sulbar

Sabtu, 20 April 2024 - 16:22 WIB

Sambut Kedatangan Presiden Jokowi, BPBD-Dinas PUPR Kolaborasi Bersihkan Halaman Kantor Gubernur Sulbar

Sabtu, 20 April 2024 - 16:10 WIB

Bangun Kolaborasi, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Audiensi dengan Pj Gubernur Sulbar

Selasa, 16 April 2024 - 19:34 WIB

112 Pegawai Dinkes Sulbar Hadir di Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, 4 Orang Cuti-Sakit

Berita Terbaru