Tahanan Narkoba Rutan Mamuju Ditemukan Meninggal, Polisi Olah TKP

- Jurnalis

Rabu, 7 Agustus 2024 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Olah TKP tahanan rutan ditemukan meninggal, dok.ist

Olah TKP tahanan rutan ditemukan meninggal, dok.ist

SULBARPEDIA.COM,- Mantan polisi yang merupakan terpidana kasus narkoba bernama Sumarlin (43) ditemukan tewas di kamar Rutan Kelas IIB Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Korban meninggal usai diduga mengalami sesak napas.

“(Korban meninggal diduga akibat) sesak napas, asma,” ujar Kasi Humas Polresta Mamuju Ipda Herman Basir kepada wartawan, Rabu (7/8/2024).

Sumarlin ditemukan tewas di kamar 8 Rutan Kelas IIB Mamuju, Kecamatan Mamuju, pukul 04.20 Wita, subuh tadi. Rekan kamar korban saat itu memanggil petugas rutan saat melihat kondisi korban tumbang karena sesak napas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sehingga petugas piket rutan mendatangi kamar korban untuk melakukan pemeriksaan dan memanggil petugas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dan selanjutnya piket jaga rutan membawa korban ke Poliklinik Rutan Kelas IIB Mamuju,” terangnya.

Herman melanjutkan, tim forensik juga menuju lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Dokter forensik RS Bhayangkara Polda Sulbar tiba di Lapas Kelas IIB untuk melakukan pemeriksaan terhadap mayat tersebut, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh mayat,” bebernya.

Herman mengungkapkan korban merupakan anggota Polri yang dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Korban dipecat karena terlibat kasus penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga: Polisi Bekuk Pelaku Judi Online di Kalukku Mamuju, Uang Rp 689 Ribu-HP Disita

“(Korban terpidana) kasus tindak pidana narkotika dan korban sudah lama di PTDH menjadi anggota Polri saat masih bertugas di Polda Sulsel Makassar,” ungkapnya.

Herman menambahkan pihak telah mengetahui penyakit korban dan menolak untuk dilakukan autopsoi. Pihak keluarga juga telah membawa jasad korban.

“Dari kejadian tersebut pihak dari keluarga korban mengetahui persis riwayat penyakit korban dan menolak untuk dilakukan autopsi dengan disertai membuat surat pernyataan,” pungkasnya.

(rls/adm)

Berita Terkait

Bikin Resah Warga, Polisi Amankan 21 Motor Knalpot Brong di Mamuju
Hanura Sulbar Siap All Out di Pemilu 2029, DPP Turun Langsung Perkuat Konsolidasi
DPRD Mamuju Gelar Paripurna Perubahan APBD 2026, Tiga Agenda Utama
IPB Training Latih Petani Sawit Sulbar, Fokus Pupuk Organik dan Pemetaan Kebun
Polisi Bongkar Penyelendupan 40 Ton Pupuk Subsidi Asal Bone Dibawa ke Sulbar
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir di Pasangkayu, Warga Diminta Waspada
Pria Asal Banten Ditangkap Usai Tipu Warga Bakengkeng dengan Ritual Gandakan Uang
ESDM Sulbar Ungkap Asap dari Dalam Tanah di Botteng Ternyata Sisa Pembakaran Sampah

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Bikin Resah Warga, Polisi Amankan 21 Motor Knalpot Brong di Mamuju

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Hanura Sulbar Siap All Out di Pemilu 2029, DPP Turun Langsung Perkuat Konsolidasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:50 WIB

IPB Training Latih Petani Sawit Sulbar, Fokus Pupuk Organik dan Pemetaan Kebun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Polisi Bongkar Penyelendupan 40 Ton Pupuk Subsidi Asal Bone Dibawa ke Sulbar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:24 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir di Pasangkayu, Warga Diminta Waspada

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Pria Asal Banten Ditangkap Usai Tipu Warga Bakengkeng dengan Ritual Gandakan Uang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:26 WIB

ESDM Sulbar Ungkap Asap dari Dalam Tanah di Botteng Ternyata Sisa Pembakaran Sampah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:06 WIB

DPRD Mamuju Tekankan Percepatan Realisasi APBD Perubahan 2026

Berita Terbaru

x