Dinkes Sulbar Ungkap Gerakan Kolaboratif Jadi Kunci Tekan Angka Stunting

- Jurnalis

Selasa, 14 Februari 2023 - 01:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Kepala Dinas Kesehatan Sulbar drg Asran Masdy, foto: dok.ist)

(Kepala Dinas Kesehatan Sulbar drg Asran Masdy, foto: dok.ist)

SULBARPEDIA.COM,- Mamuju, Dinas Kesehatan (Dinkes), Sulawesi Barat (Sulbar) mengungkap perlunya gerakan kolaborasi semua pihak dalam menekan angka stunting. Gerakan tersebut dimaksudkan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam penumpasan stunting.

“Stunting tidak bisa kita rubah, tidak bisa akan kita cegah tanpa kolaborasi. (Gerakan) kolaboratif sifatnya,” ujar Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sulbar drg Asran Masdy kepada wartawan, Senin (13/2/2023).

Asran menuturkan tingginya angka stunting disebabkan multifaktor sehingga penangannya turut melibatkan multisektor. Menurutnya, bidang kesehatan pada penanggulangan stunting hanya pada ranah intervensi spesifik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Spesifik itu langsung di pasiennya. Jadi seperti pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pendampingan ibu hamil, pemberian obat kepada ibu hamil supaya bayi dalam kandungannya sehat. Itu spesifik,” bebernya.

Sementara kata dia, ada intervensi sensitif yang juga berdampak besar dalam penanggulangan stunting. Diantaranya kerja-kerja dinas terkait dalam memajukan infrastruktur hingga perekonomian masyarakat.

“Misalnya perbaikan jalan, peningkatan hasil pertanian oleh dinas pertanian, peningkatan hasil tangkapan ikan oleh perikanan. Jadi itu meningkatakan status perekonomian masyarakat sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup, jadi itu namaya penanggulangan stunting,” jelasnya.

“Masyarakat miskin dibantu oleh UMKM dibantu modal usaha sehingga mampu meningkatkan status ekonominya. Begitu juga kolaborasi dengan BKKBN, kolaborasi dengan Kemenag, Pemberdayaa Perempunan dan Perlindungan Anak, itu yang namanya (penanganan stunting) multi sektor,” sambungnya.

Lebih jauh kata dia, penanggulangan stunting dalam bidang kesehatan hanya memiliki porsi 30 persen. Selebihnya, harus melibatkan semua pihak dalam penumpasan stunting.

“Cuman kebetulan kesehatan ada di hilirnya. Orang lihat stunting karena kurang gizi, pada hakikatnya kurang gizi karena faktor-faktor yang luas sebenarnya. Kalau dirunut itu permasalahan yang kompleks yang harus dilakoni oleh smua stakeholder,” imbuhnya.

(adv/adm)

Berita Terkait

Ketua DPRD Sulbar Pimpin Paripurna Penyerahan LHP BPK atas LKPD Tahun Anggaran 2025
Ironi di Tanah Subur Mamasa: Potensi Emas yang Terpasung Akses dan Keengganan Regenerasi
Sekda Sulbar Junda Maulana Terima Audiensi BPS, Bahas Sensus Ekonomi dan Data Sektoral
Terima Audiensi Kominfo Majene, Ridwan Sarankan Pelayanan Publik Berbasis Digital dan Terintegrasi
Sulbar Masuk Kelompok Provinsi dengan Tingkat Input Epdeskel Tinggi, Lampaui Rata-rata Nasional
Tingkatkan Kualitas Layanan: RSUD Sulbar Hadirkan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Baru
Perdana, RSUD Sulbar Berhasil Laksanakan Operasi Rekonstruksi Kelopak Mata
Ridwan Djafar: Momentum Piala Dunia 2026 Jadi Stimulus Ekonomi Lokal

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:58 WIB

Sekda Sulbar Junda Maulana Terima Audiensi BPS, Bahas Sensus Ekonomi dan Data Sektoral

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:29 WIB

Sulbar Masuk Kelompok Provinsi dengan Tingkat Input Epdeskel Tinggi, Lampaui Rata-rata Nasional

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:37 WIB

Menang Gugatan Lawan BRI, Polisi di Mamuju Ancang-ancang Lanjut Proses Pidana

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:12 WIB

Kapolresta Pimpin Langsung Penangkapan Pelaku Pemukulan Anggota Polisi Saat Demo BWS

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:49 WIB

Resmi Nahkodai Hanura Sulbar 2025-2030, Andi Dodi Hermawan Tegaskan Komitmen Pro Rakyat

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:47 WIB

Balang Nipa – Passokkorang: Sejarah dan Konflik Kerajaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:01 WIB

Calon Mitra Tambahan Sensus Ekonomi 2026 Kecewa, Sistem Pendaftaran BPS Diduga Bermasalah 

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:43 WIB

Peringati Hari Perawat Internasional, RSUD Sulbar Edukasi Pencegahan Campak dan Budaya Cuci Tangan

Berita Terbaru

x