SULBARPEDIA.COM,- Kepala Puskesmas (Kapus) Ranga-ranga di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Hamzah ditetapkan sebagai tersangka usai diduga mengajak bawahannya memilih pasangan calon (paslon) nomor urut 1 di Pilkada Mamuju. Hamzah diduga melanggar Undang-Undang Pilkada terkait netralitas ASN.
“Iya sudah ditetapkan tersangka kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN,” ujar Kasi Pidum Kejari Mamuju Rika saat dimintai konfirmasi, Kamis (10/10/2024).
Rika mengatakan jika pihaknya telah menerima berkas perkara tahap 1 kasus tersebut dari penyidik Satreskrim Polresta Mamuju. Pihaknya pun tengah mengkaji berkas perkara itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Besok kita akan kaji lagi, pelajari lagi berkas perkaranya,” terangnya.
Baca Juga: Kasus Kapus Ranga-ranga Mamuju Diduga Kampanyekan Paslon Pilbup Naik ke Penyidikan
Diketahui, kasus Hamzah yang diduga mengajak bawahannya di Puskesmas Ranga-ranga, Kecamatan Kalukku, Mamuju memilih paslon 1 mulai diusut Bawaslu pada Rabu (25/9). Kasus itu kemudian ditangani Sentra Gakkumdu Mamuju.
Selanjutnya, kasus itu kemudian masuk ke tahap penyidikan dan ditangani Satreskrim Polresta Mamuju. Setelah cukup bukti, Hamzah kemudian ditetapkan sebagai tersangka.
Diberitakan sebelumnya, Hamzah diduga mengajak bawahannya memilih paslon nomor urut 1, Sutinah Suhardi-Yuki Permana di Pilkada Mamuju 2024. Ajakan Hamzah itu beredar di WhatsApp Group (WAG) bernama ‘Puskemas Ranga-ranga’.
Hamzah membenarkan dirinyalah yang mengirim pesan ke WAG group tersebut. Namun dia berdalih pesannya itu bukan ajakan memilih calon bupati petahana Sutinah Suhardi.
“Untuk calon yang saya upload itu artinya saya sepenuhnya tidak mengarah, menekan pilihlah ini (Sutinah Suhardi-Yuki Permana),” ujar Hamzah kepada wartawan, Rabu (25/9).
Hamzah mengaku pesannya itu untuk menyampaikan keberhasilan program Sutinah Suhardi di Puskesmas selama menjabat bupati. Dia membantah jika pesannya itu berisi ajakan untuk memilih Sutinah.
“(Bukan ajakan) tapi hanya memperlihatkan oh lihatlah pemimpin kita ini yang sudah berhasil. (Jadi) nomor satu itu menekankan itu program Sutinah yang selama ini berjalan,” sebutnya.
(rls/adm)











