Diduga Salah Gunakan ADD, Kades Bunde Dilapor Polisi

- Jurnalis

Senin, 20 November 2017 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU, SULBARPEDIA.COM- Warga desa Bunde kecamatan Sampaga Mamuju melaporkan oknum kepala desa ke Polsek Sampaga karena diduga telah menyalahgunakan anggaran dana desa (ADD) tahun anggaran 2016-2017. Warga desa Bunde memasukkan laporan polisi diwakili oleh salah satu tokoh masyarakat Ahmad Sibawai pada Senin,20 November 2017.

Kepada Sulbarpedia.com Ahmad Sibawai menegaskan pihaknya dan sejumlah warga desa Bunde telah memiliki sejumlah alat bukti terkait penyimpangan ADD yang dilakukan kepala desa Bunde. Ahmad merinci sejumlah proyek dan program yang terindikasi merugikan keuangan desa dan program yang tidak sesuai dengan peruntukannya, antara lain yakni :

Tahun Anggaran 2017 :
1.Peningkatan lapangan sepak bola (2017) tahap ke 2 memakan anggaran sebesar 107.976.773,
2.Pembenahan 6 titik gorong-Gorong dengan anggaran rp.10.000.000
3.Peningkatan kapasitas penguatan Bumdes 30.000.000.,
4.Bantuan permodalan bumdes senilai 50.000.000
5.Insentip imam mesjid dan guru TPA masuk dalam laporan telah trbayarkan tetapi yang berhak tidak pernah menerimanya
6.Pembinaan seni budaya 10.000.000
7.Penimbunan pasar Bunde dengan anggaran 62.410.000,
8.Penimbinunan kantor desa Bunde anggaran 76.228
9.Peningkatan gizi balita dan makanan tambahan 54.996.000

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun Anggaran 2016

1.Peningkatan lapangan sepak bola Bunde, Rp. 109.248.360,
2.Pembenahan 6 titik gorong-gorong Rp. 12.000.000 tidak jelas titik pembenahannya,
3.Peningkatan jalan dusun Rawa Mangun Rp.45.031.045 volume galian dari titik nol tidak cukup,
4.Pelatihan tekhnologi tepat guna 20.000.000 ,
5.Peningkatan kapasitas bumdes yang tidak tepat sasaran,
6.Peningkatan kapasitas penguatan BUMDES tIdAk tepat sasarannya memakan anggaran 30.000.000
7.Pembangunan saluran tersier dusun rawa mangun 37.602.994, fisik bangunan tIdAk sesuai penempatan dan asas manfaat serta bangunan sebagian sdh hancur tdk sesuai bestek dan RAB
8.Insentip imam mesjid yang tidak disampakan ke yang berhak dan dipalsukan tanda tangan penerimanya,
9.Insentip TPA yang tdk di salurkan kepada yang brhak

” Indikasi temuan yang kami dapat dari penggunaan dana di kegiatan difisik jauh dari yang diharapkan dan pembayaran insentip perangkat ada yg tdk di salurkan ke yg berhak,kami sdh komfirmasi ke yg berhak tidk pernah menerima insentip, tapi laporan penggunaan dilaporkan sudah di berikan,khususnya alokasi dana desa 2016 n 2017.” kata pria berdarah NTB itu.


Ahmad berharap laporan polisi yang Ia telah buat berikut dengan bukti-buktinya dapat ditindaklanjuti oleh penegak hukum dengan profesional tanpa pandang bulu, Ia menyayangkan apa yang dilakukan kepala desanya, kepala desa Bunde kata Ahmad merupakan warga desa Bunde yang lahir dan besar di Bunde, seharusnya ADD yang Ia kelola dapat dimaksimalkan untuk membangun kampung halamannya, bukan justru untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain.

“saya saya meminta kepada steek holder yg mengawasi proses alokasi dana desa bukan hanya dr pihak kepolisian,kejaksaan ,rekan2 pers untuk sama2 kita dorong persoalan ini, sehingga kedepan menjadi pembelajaran yg berharga bagi siapapun,karna saya selaku tokoh pemuda yg lahir dan besar di desa bunde kec.sampaga menyayangkan prlakuan oknum kepala desa trsebut beserta perangkatnya,kenapa harus melakukan penyimpangan brjamaah dan keluar dari regulasi yang seharusnya beliau selaku kepala desa yg lahir dan besar di bunde seharus mnggunakan anggran sebaik mungkin untuk membangun kampung halaman bukan sebaliknya.Saya meminta kepada pihak kepolisian khususnya jajaran polres mamuju untuk mengusut tuntas penyimpangan yg dilakukan oleh oknum kepala desa n perangkatnya,karena sangat merugikan masyarakat trutama yg ada didesa bunde kec.sampaga atas penyimpangan yg dilakukan,”tutupnya

(*/Lal)

Berita Terkait

Kasat Reskrim Polres Mateng: Menunggu Hasil Audit BPKP untuk Penetapan Tersangka Kasus Water Mater PDAM
Warga Desa Beru-Beru Pasang Spanduk Tolak Tambang Pasir di Muara Sungai Kalukku
Dua Pemuda di Polman Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, 1 Saset Sabu-HP Iphone Disita
Polisi Amankan 2 Remaja di Polman Usai Video Freestyle Motor di Jalan Raya Viral
Tuntutan Jaksa Dinilai Terlalu Ringan, Keluarga H.Asmar Demo Tuntut Keadilan
Kakak Adik Dibawah Umur, Jadi Pelampiasan Hasrat Bejat Ayah Kandung dan Paman
Pelaku Penikaman di Desa Babana, Berhasil Diamankan Beserta Barang Bukti Sebilah Badik
Tak Ditahan di Polres Mateng, Kuasa Hukum Korban Pengancaman Minta Kejari Mamuju Tahan Kades Lumu

Berita Terkait

Jumat, 3 Mei 2024 - 10:42 WIB

KPU Mateng Rapat Pleno Penetapan 25 Calon Terpilih Anggota DPRD Hasil Pileg 2024

Rabu, 1 Mei 2024 - 16:18 WIB

Tingkatkan Produktivitas, Pemkab Mateng Salurkan Bantuan Alat Tangkap Nelayan di Desa Budong Budong

Selasa, 30 April 2024 - 08:01 WIB

Pemda Mateng Beri Bantuan Alat Tangkap Ramah Lingkungan ke Nelayan Budong-budong

Jumat, 26 April 2024 - 19:37 WIB

Daftar Bakal Calon Bupati/Wakil Bupati, Hasanuddin Sailon Lanjutkan Kiprah Juangnya

Kamis, 25 April 2024 - 20:07 WIB

Hari Otoda ke 28 Tahun, Askary: Penanganan Stunting hingga Penerapan SPBE Wajib “On Progress”

Kamis, 25 April 2024 - 11:20 WIB

Pemkab Mateng Gelar Teknikal Meeting, Bahas Pembentukan UPTD Air Limbah Domestik

Selasa, 23 April 2024 - 10:47 WIB

Dorong Kemajuan SPBE, Pemkab Mateng Gelar Forum Satu Data Indonesia

Senin, 22 April 2024 - 22:40 WIB

FKP Minta Aparat Kepolisian Tindak Dugaan KKN Pembangunan PKM Salupangkang

Berita Terbaru

(Ket foto: Kadis PPKB Mamuju dr Hajrah, foto: dok.ist)

Advertorial

Pemkab Mamuju Target Angka Stunting Turun Jadi 20 Persen di 2024

Kamis, 2 Mei 2024 - 11:06 WIB