Tak Ditahan di Polres Mateng, Kuasa Hukum Korban Pengancaman Minta Kejari Mamuju Tahan Kades Lumu

- Jurnalis

Kamis, 19 Oktober 2023 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULBARPEDIA.COM,- Setelah berproses hampir 5 bulan di Polres Mamuju Tengah (Mateng) ahirnya berkas perkara kasus pengancaman oleh kepala desa Lumu Kec.Budong-Budong Mateng telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju, (Rabu 18/10/23).

Meski berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap atau P21 namun Polres Mateng dan Kejari Mamuju tidak menahan tersangka (kades Lumu).

Merespon hal itu, kuasa hukum korban (H.Asmar) Akriadi Poe Dolla menilai penegak hukum tidak serius dalam menangani kasus yang dialami kliennya. Ia berharap penegak hukum dapat berkerja secara profesional dan tidak tebang pilih dan melakukan penuntutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Proses hukum tetap berjalan, hari ini infonya penyerahan tahap 2nya, tapi kami menggap penegak hukum tidak serius dalam proses penegakan hukum yang dilakukan ke klien kami. Kami minta Kejari atau JPU tidak tebang pilih dalam melakukan penuntutan dan kami berharap kasus ini bisa berproses dengan baik dan korban mendapatkan keaadikan, kalau bisa tersangkanya ya ditahan.”terangnya saat melakukan Konprensi Pers di salah satu Warkop di Mamuju, (Rabu 18/10/23).

Meski mengakui penehanan merupakan kewenangan penyidik dan jaksa penuntut umum namun, Akriadi berharap agar tersangka ditahan sehingga mendapatkan efek jera, apalagi kata dia pasal yang disangkakan kepada tersangka yakni pasal 335 ayat 1 KUHP, pasal 2 ayat 1 yang ancaman hukumannya 10 tahun penjara.

“Pengancaman ini sudah beberapa kali terjadi, bukan 1 kali. Kami mendesak Kejaksaan untuk menahan tersangka agar tidak terkesan tebang pilih. Kalau tidak ditahan maka jangan sampai kesannya tebang pilih meskipun sekali lagi penahanan tersangka ada di penyidik dan di Jaksa penuntut umum.”ungkapnya.

Akriadi menambahkan, atas kasus ini kliennya H.Asmar telah meninggalkan desa Lumu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diingikan. H.Asmar meninggalkan desa Lumu sejak peristiwa pengancaman itu terjadi pada ahir bulan April 2023 yang lalu.

Ditempat yang sama, korban pengancaman (H.Asmar) juga berharap agar mendapatkan keadilan dan memberikan efek jera kepada tersangka, Ia berharap Kejari Mamuju bekerja profesional dan segera menahan tersangka.

“Kenapa hukum di daerah ini susah untuk ditegakkan, kenapa di Mateng tidak ditegakkan. Kenapa tersangka tidak dijemput dan dibawa oleh Polisi ke Mamuju untuk diserahkan ke Kejaksaan. Kami minta jaksa bekerja sesuai dengan aturan, kalau bisa ditahan karena tidak ada itiked baik untuk minta maaf, mungkin karena tidak merasa bersalah atau mungkin ada yang lindungi dan bekingi.”terang pria 59 tahun itu.

Kepada wartawan H.Asmar menceritakan kronologis pengancaman yang dialaminya, saat itu pada sekitar ahir bukan April yang lalu, dirinya bertemu tersangka dijalan saat hendak ke empang miliknya dan saling bertatapan, sesampainya di empang tiba-tiba tersangka datang dan lansung menyerangnya menggunakan parang, beruntung dirinya menghindar dan tidak terluka.

“saya menuntut keadilan, sejak 27 April, sampai hari ini saya tidak pulang ke kampung untuk menjaga agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan, karena keluarga marah juga disana. Atas peristiwa ini saya sangat dirugikan karena saya ini pengempang dan pekebun, semuanya terbengkalai karena maslah ini. Saya menghimbau agar masyarakat jangan main hakim sendiri, kalau ada masalah silahkan laporkan ke polisi, jangan takut melapor.”tutupnya.

(Lal)

Berita Terkait

Polisi Bongkar Penyelendupan 40 Ton Pupuk Subsidi Asal Bone Dibawa ke Sulbar
Dua Oknum ASN di Mamuju Jadi Tersangka Penipuan Modus Kuota Haji
Dendam Usai Cekcok, Pria di Mamuju Tengah Bakar Motor Karyawan Koperasi
Eks Pincab-3 Karyawan BRI Mamuju Dipolisikan Buntut Agunan SK Polri Hilang
Aktivis Diduga Tipu Tersangka Tambang Emas Ilegal Rp35 Juta, Uang Habis untuk Judi Online
Kapolresta Pimpin Langsung Penangkapan Pelaku Pemukulan Anggota Polisi Saat Demo BWS
Resmob Polresta Mamuju Amankan Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Anak Tiri
Polisi Bekuk 2 Pria Spesialis Pencuri Kotak Amal 21 Masjid di Mamuju

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:19 WIB

DPRD Mamuju Gelar Paripurna Perubahan APBD 2026, Tiga Agenda Utama

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:50 WIB

IPB Training Latih Petani Sawit Sulbar, Fokus Pupuk Organik dan Pemetaan Kebun

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:24 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir di Pasangkayu, Warga Diminta Waspada

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Pria Asal Banten Ditangkap Usai Tipu Warga Bakengkeng dengan Ritual Gandakan Uang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:26 WIB

ESDM Sulbar Ungkap Asap dari Dalam Tanah di Botteng Ternyata Sisa Pembakaran Sampah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:06 WIB

DPRD Mamuju Tekankan Percepatan Realisasi APBD Perubahan 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Dua Oknum ASN di Mamuju Jadi Tersangka Penipuan Modus Kuota Haji

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Dendam Usai Cekcok, Pria di Mamuju Tengah Bakar Motor Karyawan Koperasi

Berita Terbaru

Advertorial

DPRD Mamuju Gelar Paripurna Perubahan APBD 2026, Tiga Agenda Utama

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:19 WIB

oplus_0

Mamuju Tengah

Pemda Mateng Gelar GPM di Pelataran Tunggu Benteng Tobadak

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WIB

x